Showing posts with label ICT4D. Show all posts
Showing posts with label ICT4D. Show all posts

Sunday, October 30, 2016

Informasi & Komunikasi untuk mendukung Pembangunan Nasional Timor Leste

Direitu atu hetan informasaun hanesan mos parte integrante hosi Estado Direito Democratiku tanba ida ne duni mak ami halo komprimisu atu garante liberdade ba imprensa no independensia ba poder politiku no ekonomiku, ba orgauns publikus komunikasaun social hotu-hotu. Ami mos hakarak kontribui ba servisu publiku hanesan radio no televisaun, nebe proteje no haklaken konaba kultura no tradisoens Timor nian, I garante ekspresaun ba pluralizmu opiniaun atu bele dezenvolve massa ida nebe bele halo kritikas maybe ho responsabilidade iha Paiz ne nia laran. Ami konsidera katak Orgauns Komunikasaun Sosial sira bele sai hanesan meio importante ida hodi desenvolve asoens ba edukasaun sivika no promosaun ba sidadania I ho forma foun, kontribui atu ema komprende prosesu pulitiku , nebe halo konta mos ho apoiu husi Orgauns Soberania sira” Diskursu PM Xanana Gusmao iha loron Kuarta, 8 Augustu 2007.

Hari rabu pekan lalu, pemerintahan baru Timor Leste disumpah oleh Presiden RDTL Ramos Horta dengan Perdana Menteri (PM) Kayrala Xanana Gusmao. Dalam pidato pelantikannya, PM Xanana menjelaskan berbagai program dan prioritas dari pemerintahannya. Kita bangga bahwa pemerintahan baru ini bertekad untuk mendirikan suatu pemerintahan yang bersih dan pro rakyat kecil demi membangun kembali cita-cita perjuangan pembebasan nasional yang sempat hilang dari mimpi kaum maubere.
Pembangunan nasional perlu dilaksanakan di bidang-bidang penting dalam kehidupan bangsa Timor. Untuk itu sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pertanian, kesehatan, pendidikan adalah tiga pilar utama. Selain itu, sektor pendukung utama lainnya adalah hukum (peradilan dan keamanan), energi, sektor swasta (private sector), informasi, dll. Meskipun masih dapat diperdebatkan, saya yakin bahwa urat nadi dari pembangunan semua sektor di atas adalah informasi. Disinilah kebijaksanaan dalam bidang informasi dan komunikasi di Timor Leste merupakan bagian krusial yang sayangnya belum mendapat tempat di pemerintahan PM Kayrala Xanana Gusmao.

Peredaran informasi di Timor Leste masih sangat terbatas, karena sirkulasi informasi dan komunikasi sangat tersendat. Sebagai contoh, dalam pemerintahan Alkatiri, pemerintahan merasa perlu untuk melakukan dialog langsung dengan masyarakat karena tidak yakin bahwa masyarakat mengetahui kegiatan pemerintah, dan pada saat yang bersamaan juga, masyarakat belum memiliki saluran untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Selain itu, pada beberapa kejadian penting dimana kebijakan pemerintah di bidang informasi dan komunikasi benar-benar diuji dan kenyataannya, kebijakan pemerintah ternyata tidak memadai.
Pada awal bulan Januari tahun 2005, di Dili beredar isu Tsunami yang mengakibatkan hampir seluruh warga Dili mengungsi ke Dare karena khawatir akan keselamatan mereka. Masyarakat Dili tidak merasa perlu untuk mengecek ke pinggir pantai telebih dahulu sebelum akhirnya percaya dan kemudian mengabaikan rumah dan seisinya dengan pergi mengungsi.
Masyarakat lebih percaya isu, dan karena isu beredar dari mulut ke mulut dengan sangat cepat, masyarakat Dili menyebarkan isu tanpa merasa perlu untuk melakukan cross-check akan kebenaran isu tersebut. Parahnya lagi, isu yang disebarkan sering ditambahi dengan “bumbu-bumbu” sehingga yang “kecil” menjadi “dahsyat”, “sunu roda” disebarkan jadi “sunu uma” dan “sunu uma” sudah menjadi “sunu moho/rata” ketika sampai di telinga orang ketiga. Namun kepercayaan masyarakat kepada isu tidak dapat disalahkan karena pada saat yang bersamaan saluran resmi untuk penyaluran informasi tidak eksis.

Hal ini diperparah lagi dengan kenyataan lemahnya infrastruktur seperti sering padamnya listrik dan pelayanan telekomunikasi dari Timor Telecom yang sangat tidak berkualitas. Pada saat-saat yang penting, dimana masyarakat sangat memerlukan fasilitas telefon untuk berkomunikasi dan membagi informasi, kita mendapat “pukulan” dari Timor Telecom bahwa “network busy” dan tidak dapat melakukan komunikasi karena kapasitas Timor Telecom yang sangat terbatas.

Dari contoh kasus di atas, kita dapat mengambil pelajaran berharga akan pentingnya membangun sektor informasi dan komunikasi di Timor Leste, sehingga masyarakat memiliki saluran dan sumber informasi yang dapat dipercaya. Informasi dan komunikasi ini dapat mencakup Media (Cetak dan Elektronik –TV dan Radio), Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communcation Technology – ICT) serta layanan Pos.
Pembangunan di sektor Informasi dan Komunikasi ini memiliki visi utama untuk membangun bangsa Timor Leste yang berbasis pada Pengetahuan (Hari sosiedade Timor nebe baseia ba kunyesementu). Visi mulia ini dapat dicapai melalui misi membangun media Timor Leste yang profesional dan mandiri, membangun industri ICT yang handal dan murah serta membangun jasa pelayanan Pos yang murah dan berkualitas.
Pencapaian visi membangun bangsa Timor Leste yang berbasis pada pengetahuan dengan sendirinya akan memiliki impak pada proses pembangunan Nasional Timor Leste dalam bidang-bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, pariwisata, pertanian sampai pada usaha transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan (good governance) Mari kita lihat satu persatu dampak Sektor Informasi dan Komunikasi dalam pembagunan nasional.

ICT
Information and Communication Technology (ICT) atau Teknology Informasi and Komunikasi memiliki peran yang sangat penting. Dengan ICT, Timor Leste dapat memiliki akses terhadap pengetahuan dunia dan akses ke pasar dunia. Peran ICT dapat dibagi menjadi beberapa bagian penting. Diantaranya, sarana untuk menyalurkan informasi dengan cepat melalui situs web berita (news web sites), e-commerce dimana usaha kecil di Timor Leste dapat menjangkau pasar internasional. Selain itu, industri pariwisata Timor Leste dapat di bantu dengan e-commerce dimana usaha promosi tempat tujuan wisata di Tim Leste dapat dilakukan secara murah dan massal. Selain itu, ICT pun dapat membantu menciptakan birokrasi yang sehat melalui E-governance. E-governance yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas sekaligus menutup pintu bagi kegiatan korupsi karena e-government dapat meminimkan kontak antara masyarakat dengan birokrasi seperti pembayaran pajak, pengurusan SIM, Passport, sertifikat tanah, ijin usaha, kartu registrasi, dll. Selain itu, pelayanan kepada publik dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pengadopsian Sistem Informasi. Dibidang kesehatan misalnya, Timor Leste dapat mengadopsi teknologi Sistem Informasi untuk mengatur pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sistem Informasi ini dapat menyimpan informasi detail tentang pasien, sejarah penyakit serta sejarah pengobatan, dokter yang menangani pasien, dan juga jenis serta dosis yang diberikan kepada pasien. Sistem Informasi ini akan sangat berguna untuk mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya, dan juga, data mengenai jenis penyakit di Timor Leste dapat diketahui secara lebih baik, hal ini sangat berguna bagi departemen Kesehatan untuk perencanaan program-program kesehatan di Timor Leste. Sistem Informasi yang serupa daapt diterapkan di bidang-bidang lainnya seperti Pendidikan, Pelayanan Veteran Perang, Masyarakat miskin, petanian, dll.

Media
Merupakan sarana utama dimana komunikasi antara semua komponen bangsa dapat terjadi. Fungsi utama media adalah menyampaikan informasi tentang semua kegiatan bangsa dan Negara Timor Leste yang seimbang kepada masyarakat dan membiarkan kesimpulan terakhir diambil oleh masing-masing pembaca/pendengarnya.

Pos
Layanan Pos merupakan salah satu layanan yang sangat vital bagi kehidupan bangsa. Komunikasi antara individu, antara institusi Negara dengan warga Negara, antara institusi Negara dengan institusi yang lainnya sanagatlah tergantung pada suatu sistem pelayanan Pos yang memadai dan andal.

Strategi Pembangunan Sektor Informasi dan Komunikasi
Dalam jangka pendek, sektor Informasi dan Komunikasi memerlukan perbaikan diberbagai hal terutama: Media: Timor memerlukan reformasi dibidang Media diantaranya perangkat hukum yang memadai untuk mendorong dan menjamin investasi di bidang media di Timor Leste. Selain itu diperlukan usaha peningkatan kualitas wartawan dan profesionalisme yang saat ini masih merupakan tantangan nyata. Salah satu issue yang mungkin perlu di diskusikan lebih lanjut adalah perangkat hukum yang menjamin Hak Cipta.
Perangkat ini perlu untuk menjamin karya professional seseorang dihormati oleh orang lain, termasuk karya tulis yang berupa buku, website, maupun karya kesenian. Peningkatan mutu media Timor Leste juga dapat ditingkatkan dengan adanya pelatihan Standar bahasa Tetun sehingga semua media secara konsisten menggunakan bahasa Tetun yang sama sehingga publik dapat menerima berita dalam Tetun yang seragam demi kualitas berita sekaligus untuk membangun Tetun. Namun sejujurnya, standar Tetun seperti yang dikeluarkan oleh Institute Nasional Linguistic yang mengadopsi gaya penulisan Portuguese yang penuh dengan “tanda penulisan/pengucapan” membuat sulit untuk diikuti terutama di Media karena pertimbangan waktu. Hal ini karena jenis keyboard computer di Timor Leste umumnya bukan keyboard standard Portuguese sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam penulisannya.

Dibidang ICT, Timor Leste membutuhkan perangkat hukum yang mengatur masalah Privasi karena ICT sangat erat kaitannya dengan data. Setiap data yang tersimpan, memuat informasi detail mengenai warga Negara. Selain itu, diperlukan juga perangkat hukum yang mengatur Hak Cipta untuk membasmi bisnis illegal pembajakan software computer, CD maupun VCD/DVD film, musik maupun karya cipta lainnya. Dibidang Pelayanan Pos, Timor Leste membutuhkan pengadopsian Sistem Pengalamatan di seluruh Timor Leste sehingga setiap rumah di Timor Leste dapat memiliki alamat yang bisa dijangkau oleh layanan Pos. Sistem pengalamatan ini juga akan sangat berguna bagi sektor lain seperti Penegakan hokum, karena jajaran penegak hukum di Timor Leste (Polisi, Jaksa, Pengadilan) dapat memastikan bahwa dokumen hukum yang dikeluarkan (surat panggilan, denda, tilang, dll.) dapat menjangkau setiap warga di Negara Timor Leste ini.

Rekomendasi:

1.Pembangunan di sektor Informasi dan Komunikasi di Timor Leste dapat berjalan dengan baik jika ada komitmen dari pemerintah Timor Leste.
Komitmen ini ditunjukkan dengan mendirikan suatu Departemen Informasi dan Komunikasi yang akan mengurus Media (cetak aupun elektronik –Radio dan Televisi), Information Technology (IT), Telekomunikasi dan Layanan Pos.

2. Sektor Informasi dan Komunikasi membutuhkan dukungan dari sektor Energi dan telekomunikasi. Tanpa tersedianya energi listrik yang memadai, adalah sulit untuk membangun sektor ini. Untuk itu pemerintah perlu segera membenahi sektor energi di Timor Leste, karena energi merupakan pra-syarat pembangunan nasional suatu Negara. Selain itu, fasilitas telekomunikasi yang murah juga merupakan syarat mutlak bagi pembangunan sektor Informasi dan Komunikasi, karena itu, reformasi dibidang telekomunikasi yang saat ini diurus oleh perusahaan Timor Telecom perlu segera dilakukan dengan mengingat bahwa kepentingan rakyat Timor Leste diatas kepentingan lainnya.

Programa IV Governu Konstituisional Nian iha area ICT (Information & Communication Technology)

Semana hira liu ba, Parlamentu Nasional aprova tiha ona Programa IV Governu Konstituisional nian ba tinan 2007-2012. Ita hotu hein katak guverno AMP sei servisu makas implementa programas hirak ne hotu ba povu Timor-Leste nia diak. Iha area ICT (Teknologia Informasaun & Komunikasaun) maski la hetan fatin especial (ketak) iha programas ne nia laran, ita bele foti husi areas barak nebe mak iha ligasaun ho ICT hanesan areas: Politika Enerjetika, Telekomunikasaun, Dezenvolvimentu rekursus Umanus Nasionais ho Formasaun Profisional & Empregu, no Kualifikasaun ba Juventude.

Husi programas IV Governu nian iha areas hirak ne, ita sei formula fali programas konkretus iha area ICT nian. Programas barak IV governu nian ne seinakonu ho Objeitivu deit, tanba ne, presiza tebes servisu makas husi departementu ida-idak atu hamosu programas konkretas, baseia ba programas konkretas ne mak foin ita bele desenvolve orsamentu.

Politika Enerjetika

Implementasaun no dezenvolvimentu ICT iha Timor-Leste hanesan mos area/seitor barak seluk, sei depende tebes duni ba suporta husi enerjia nebe mak estavel no baratu. Tanba ida ne, desenvolvimentu iha area enerjia sai mos hanesan preokupasaun bot mai ema hotu nebe mak iha interese ba desenvolvimentu iha area ICT.

Timor-Leste nia fontes enerjia potensial liu mak hanesan Enerjia Solar (Loromatan/Solar Power), Enerjia Anin (Wind Power), Idroelektrikas (iha Ira Lalaro), no sst. Potensia fontes enerjia bot seluk nebe bele uza mak hanesan Bio-Diesel. Teknologia Bio-Diesel ne fasil tebes, baratu no halo diak ba makina/motor. Liu-liu tanba Timor-Leste iha potensia bot tebes atu produz Bio-Diesel, no aktividade ida ne sei mos kria empregu, no iha tempo hanesan fo enerjia iha tempo naruk nia laran/sustavel. Tempo ona ba governu atu identifika no fahe areas/rejiaun iha Timor-Leste baseia ba potensia enerjia ida-idak nian. Hanesan parte Leste husi Lospalos to’o mai Dili bele hetan suporta enerjia husi Iralalaro hamutuk/kombinasaun ho enerjia Anin no Enerjia Solar. Parte rai klaran hanesan Same, Aileu, Ainaro, Ermera ho Liquisa sei hetan enerjia husi Enerjia Anin ho Enerjia Solar (Loromatan) no rejiaun Suai, Bobonaro ho Oe-cusse sei hetan enerjia husi Solar (Loromatan), enerjia Anin ho Bio-Diesel.
Kombinasaun husi fontes enerjia ne mos bele implementa iha fatin seluk tuir potensia no kondisaun nebe mak sira iha. Governu bele hamosu programas konkretas iha area enerjia nia hanesan: Hari sentru produsaun enerjia Idro elektrika iha Iralalaro, hari sentru produsaun Bio-Diesel iha Viqueque, Baucau, Manatutu, Bobonaro no Suai tanba distritus hirak ne mak iha produsaun barak ba Mina Nu, fore-rai no sst., hari sentru produsaun enerjia Anin (Wind Power) iha area Maubisse (area Fleicha) no fatin seluk tan nebe mak hetan anin makas tinan tomak hanesan area foho-let no tasi-ibun, hari sentru produsaun enerjia Loromatan (Solar Power) iha teritorio tomak, tanba Timor-Leste hetan loromatan iha tinan tomak nia laran.
Foin dadauk ne, governu Timor-Leste hetan ona suporta husi Australia liu husi Steve Bracks (eis Chefi Ministru Victoria nian). Maski Victoria la dun hetan loromatan barak hanesan iha Timor-Leste, Victoria hanesan rejiaun importante ida iha Australia, hari ona sentru produsaun enerjia Solar bot liu, iha parte sul mundo tomak. sira nia eksperiensia ida ne importante tebes duni mai Timor-Leste atu halo tuir.

Telekomunikasaun

Hanesan seitor Enerjia iha leten, Telekomunikasaun mos nudar seitor importante tebes hodi suporta desenvolvimentu ICT iha Timor-Leste no mos area seluk tomak iha povu Timor nia moris. Programa IV Governu Konstituisional iha area Telekomunikasaun hamosu esperansa bot mai ema hotu nebe mak iha interese ba area ICT nian. Iha area Telekomunikasoens, Guverno foun hakerek katak:

•Atu hadia niveis efikasia no atuasaun Austoridade Reguladora ba Komunikasoens (ARCOM), nebe tenke funsiona ho autonomia no tuir nia natureza juridika hanesan instituisaun Publiku hodi aprova regulamentu hotu iha area komunikasoens no ezerse fiskalizasaun adekuada ba ajentes merkadu. Promove instalasaun estasoens monitorizasaun frekuensias radio iha teritorio nasional tomak.

•Avalia kontratus nebe asina ona ho Timor-Telecom hodi adopta sistema kompetisaun no estuda sistema monopoliu iha area telekomunikasoens hare tuir vantajens kompetidade ba Timor-Leste oan sira nia benefisiu •Halo koneksaun linas telefonikas ba distritu hotu-hotu no aumenta aea abranjensia no Aumenta rede teleonika fixa

•Disemina asesu ba Internet iha Paiz laran, Promove interligasaun via rede informatizada entre orgauns Governu, Utilizasaun komunikasaun via Voice over Internet Protocol (VoIP) ba instituisaun governu nian no Asegura mos kobertura radio komunikasoens iha area rurais.

Ita fiar katak governu iha vontade –diak atu hadia area telekomunikasaun iha Timor-Leste nebe mak agora dadauk la favorese interese povu Timor-Leste nian. Iha semana ida ne nia laran rasik, ita hetan tan eksperiensia ladiak ho Timor-Telecom wainhira ita iha loron hirak nia laran labele recarga credito tanba deit Timor-Telecom iha problemas teknika dala ida tan.
Ema barak tebes mak la konsege hala’o komunikasaun tanba deit problema ida ne. Antes ida ne mos, tanba kapasidade rede Timor Telecom la sufisiente atu akumula numeru clientes nebe mak iha, kuando akontese situasaun runga-runga ruma, clients barak tebes mak la konsege halo komunikasaun tanba “Network Busy”.

Hau hanoin bazeia ba Pontus hirak iha plano Governu nian, Governu presiza hala’o programas hanesan:
•Halo lei no regulamentus iha area telekomuniasaun/IT nebe suporta no promove kompetisaun hodi nune, povu Timor-Leste mak sei hetan benefisiu barak liu. Realidade actual, Timor-Leste presiza tebes prezensa husi Kompanhia Telekomunikasaun no liu-liu Kompanhia Internet Service Provider (ISP) seluk, hodi nune bele hatun folin asesu Internet nebe karun tebes iha Timor-Leste (karun liu dok husi folin Internet iha Australia).

•Reformasaun iha regulamentus/leis sira iha leten, sei hamosu oportunidade atu desenvolve infrastrutura ICT nebe sufisiente ba adoptasaun aplikasaun ICT nian hodi suporta prosesu desenvolvimentu nacional, no liu-liu atu desenvolve industria ICT iha Timor nebe mak sei kria empregu barak no hatama devisa ba rai ida ne. •Internet ba Escolas, NGOs, Centru Comunidade/Juventude, Centro Saude Local (Puskesmas), etc. Programa ida ne importante tebes ba koordinasaun servisu no liu-liu atu lori informasaun importante husi mundo tomak mai iha komunidade nia let. Bazeia ba informasaun hirak ne, komunidade bele komesa organiza/dezenvolve an hamutuk ho suporta husi Governu. Timorese ICT Association (Asosiasaun ICT Timor Oan) mos iha ona programa ba ida ne hodi uza teknologia Wireless Internet tanba teknologia ida ne baratu liu.

•Adopta implementasaun ICT nian hodi suporta servisu iha area Saude, Edukasaun, birokrasia, agricultura, comersiu, no sst. nebe sei hametin liu tan hodi hari Centro Informasaun/Telecenters iha publiku nia let. Implementasaun ICT nian ne mak hanesan Sistema Informasaun Saude, Sistema Informasaun Edukasaun, Sistema Informasaun Agricultura, Sistema Informasaun Merkado Trabalho no Empregu, E-commerce, no sst.

•Desenvolve skill (technical/professional skills) iha area ICT nian liu husi treinamentus, hanesan hala’o treinamentus ToT (Training of Trainers). Rejultado ToT ida ne mak, Timor oan sira iha skill sufisiente nebe sei bele treinu fali Timor oan seluk iha teritoriu tomak.

•Guvernu mos presiza halo standar ba curriculum ICT nian iha Academia no Universidades tomak iha Timor hanesan mos Sentru Treinamentus ICT nian iha Timor, hodi nune Timor sei iha standar ida deit. Governu presiza mos atu hasai sertifikasaun ba Treinador no mos Sentru Treinamentus sira hodi garantia katak Timor oan sira hotu nebe mak tuir treinamentu ICT sei iha output hanesan maski estuda iha instituisaun treinamentu lahanesan (ketak-ketak).

Dezenvolvimentu rekursus Umanus Nasionais ho Formasaun Profisional & Empregu

Iha plano IV Governu nian hakerek katak:
•Insentivu ba formasaun profisional ba Autu-Empregu no promosaun programas nebe bele fo empregu ba grupus desfavoresidus iha merkadu trabalho, hanesan jovens sira nebe foin eskola hotu, ema nebe desempregadus kleur ona no feto sira

•Promove parseirias entre utilizador ho fazedores informasaun ,ida ne hanesan hadi’a servisus nebe Administrasaun presta ba sidadaun, hodi estabelese no dezenvolve sistema informasaun ida ke diak liu kona-ba merkadu trabalho no empregu Ba Pontus rua iha leten, Timorese ICT Association-ICT Timor halo ona programas konkretas husi area ICT atu realize objetivus ida ne mak hanesan:

•Hari Sentru Treinamentu ICT nian iha Timor hodi bele hala’o treinamentus espesifikas iha area ICT nian ba Training of Trainer (ToT). Resultado husi ToT ida ne mak sei kria Treinador Timor-Oan iha area ICT nian hodi nune bele halo treinamentu bar-barak ba Juventude nebe mak iha interese. Output husi treinamentu sira ne mak Timor-Leste sei iha espesialista iha area Jestor Rede Computador (LAN Manager), Web Developer, Computer Hardware, Wireless LAN Manager, etc. Specialista hirak ne sei servisu ba sira nia an rasik (Autu-empregu) tanba iha Timor-Leste agora dadaun ne presiza tebes sira nia skills. Trenador sira ne mos sei bele halao Mobile Tranining iha Timor tomak
•Hari Database (sistema informasaun) nebe ligado ho internet hodi habelar liu tan diseminasaun informasaun merkado trabalho no empregu iha Timor Leste. Kualifikasaun ba Juventude Ba area juventude, governu hakerek katak: •Propoen alternativas espesifikas ba formasaun no kualifikasaun profisional atu bele hetan empregu
•Fomenta universalizasaun kona-ba teknolojias informasaun foun iha jovens sira nia let Ba Pontus 2 iha leten, programas ba Pontu primeiru konaba formasaun profisional sei hanesan programas sira nebe mak propoen ona ba Pontus Dezenvolvimentu rekursus Umanus Nasionais ho Formasaun Profisional & Empregu iha leten, maibe iha area juventude, Timorese ICT Association iha ona programas nebe governu bele suporta hanesan:

•Hari Centro Informasaun (Internet) ba Juventude iha bairo-bairos hodi sai hanesan fatin ba juventu tomak atu hetan informasaun, treinamentus, buka-hatene (estuda), fatin fahe ideias no kontaktu ho juventude iha nasaun seluk.
•ICT Camp, nebe sei hanesan fatin ba juventude atu fahe eksperiensia ba malu (la hare ba background sira seluk nian), hanorin Disiplina, no liu-liu treinamentus iha area ICT nian.

Kombinasaun husi desenvolvimentu infrastrutura ICT, Leis/regulamentus no Rekursus Umanos iha leten, iha tempo badak nia laran, Timor-Leste bele kria ona seitor ICT nebe forte hodi nune bele komesa kompete/hadau India nia pozisaun iha industria ICT global liu-liu iha area servisu Customer Service (Call Center) ba kompanhia bot sira husi Australia. Timor-Leste iha vantajen barak liu fali India iha area ida ne, tanba geografikamente Timor-Leste besik liu Australia tanba ne kompanhia bot husi Australia hanesan Optus, 3-Mobile, Dodo, no sst. sei prefere liu Timor-Leste tanba factor ida ne. Fator seluk mos tanba, Publik/komunidade Australia lakon ona konfiansa ba kompanhias husi India tanba iha kazu negative barak ona mak akontese. Timor-Leste bele sai alternativa diak tanba ita hetan fatin especial iha Povu Australia nia neon ho laran. Industria Call Center ida ne sei kria empregu barak ba tempo naruk nia laran no iha tempo hanesan sei sai hanesan fontes devisa mai Timor-Leste.

Governu Timor-Leste hamutuk ho parseiros importante hanesan ONGs, Seitor Privado no mos Timorese ICT Association (ICT –Timor) bele halo mudansa barak iha area ICT ba povu Timor-Leste nia diak/interese. Maibe atu to’o iha objeitivu ida ne, ita hotu presiza loke an ba malu hodi simu no halibur ema hotu nia hanoin, ideias, kritikas, atu nune, ita la’os deit dezenvolve area ICT maibe liu-liu dezenvolve nasaun Timor-Leste tomak, tanba ICT hanesan deit seitor ida husi seitor barak iha Povu Timor-Leste nia vida.

Timor Telecom: Entre Relijiaun, Bíblia no Profeta Falsu

Konaba kestaun Timor Telekom, sosiedade Timor-Leste fahe ba grupu boot rua: Ida mak kontinua fiar metin katak prezensa Timor Telekom diak loos ona, no grupu seluk hanoin katak Timor Telekom nia prezensa halo riku deit kompanhia ida ne’e no iha impaktu mínimu tebes atu suporta prosesu dezenvolvimentu nasional Timor-Leste. Katak Timor Telekom nia prezensa la’os atu serbi maioria povu Timor-Leste ne’ebé sei kiak no moris iha vida subsistensia atu nune’e sir abele hadia’k sira nia moris. Argumentu husi grupu primeiru ne’e hetan suporta maka’as husi Partidu balun ne’ebé agora nu’udar opozisaun iha Parlamentu. Parese tanba sira hatene katak Timor Telekom ne’e “produtu” husi Governu anterior. Argumentu barak tebes ona mak sira hasai hodi defende Timor Telekom. Katak Timor Telecom nia prezensa no servisu la’o diak ona, no katak sistema monopoli ne’ebé agora la’o daudaun la’os problema boot ida ba nasaun ida ne’e. Asionista balun ne’ebé mak tuir lolos iha kompanhia laran la iha influensia buat ida ba Timor Telekom mos tenta maka’as atu hamosu duvida iha Goverunu AMP nia laran hodi labele halo mudansa buat ruma kontra interese Timor Telekom. Ba sira, Timor Telekom hanesan ona relijiaun, tanba ne’e nunka bele atu muda. Iha relijiaun ne’e, sira nia Bíblia mak Kontratu entre Governu ho Timor Telekom. Tanba kontratu ne’e hanesan ona Bíblia, entaun tuir sira, nunka bele halo mudansa ruma ba Bíblia ne’e. Parese tanba “Bíblia” ne’e hetan asina husi sira nia “profeta”. Infelizmente tanba realidade hatudu duni katak Timor Telekom ne’e karun tebes no servisu mos kualidade laiha, ita hatene katak “profeta” ne’ebé asina “Bíblia” ne’e afinal “profeta falsu” ida. “Relijiaun”, “Bíblia” no “Profeta” ne’ebé sira oferese, kontra nesesidade husi Povu Timor-Leste. Naturalmente, to’o loron ida tenke halo mudansa. Iha fatin seluk, ema barak fiar katak Timor Telekom nia prezensa la fo suporta buat ida ba povu Timor Leste nia vida lor-loron. Ba operasaun Governu ka kualker organizasaun iha Timor Leste, kustu telekomunikasaun ne’ebé karun sai ona hanesan “todan” boot ida ne’ebé hotu-hotu tuir lolos hakarak atu hakotu, maibe labele halo buat ida tanba laiha opsaun seluk. Iha tinan kotuk Banku Mundiál hamutuk ho Governu Timor-Leste hasai rezultadu peskiza ida katak 50% povu Timor-Leste moris ho menus husi Dollar 1 kada loron (80 sentimu deit ba loron ida). Kontrariu ho realidade MUKIT ida ne’e, Timor Telekom nia presu: koalia minutu rua-tolu deit, nia kustu ne’e hanesan ona ho vida loron-ida ba 50% Povu Timor-Leste. Timor Telecom mos “MATENEK” tebes atu “TA’ES” osan husi kliente sira. Koalia telefone “detik” ida deit, nia kustu hanesan ona ho koalia “Minutu ida”. Tanba rede Timor Telecom ne’ebé nunka la’o diak, kliente sira koalia kotu-kotu ba malu, sira mos TENKE liga ba malu fila-fila. Ida ne’e fornese lukru boot liu tan ba Timor Telekom. Diak Nian! Ida ne’e realidade ne’ebé halo ita laran susar, tanba ita hatene katak ho presu ne’ebé karun tebes + kualidade servisu ne’ebé mínimu tebes, maioria povu Timor-Leste laiha asesu ba Telekomunikasaun. Ita foin koalia konaba Telekomunikasaun, seidauk tan koalia atu uza Internet. Fasilidade Internet iha mundu modernu agora ne’e sai ona parte integradu iha vida lor-loron nian, maibe tanba presu Internet husi Timor Telekom hetok karun liu tan, povu Timor-Leste alienadu tebes husi servisu ida ne’e. Husi survei ne’ebé ARCOM (Autoridade Regulador Komunikasaun) hala’o iha tinan kotuk hatudu katak 73% responden hakarak iha kompetisaun, no 17% hakarak Governu mak desidi saida mak atu halo. Iha deit 3% mak hanoin katak la presiza atu hatama operador foun. Rezultadu survei ne’e sai momos evidensia katak maioria povu Timor Leste hakarak merkadu telekomunikasaun loke ba kompetisaun, hodi nune’e povu bele iha opsaun atu uza operador seluk karik sira la satisfaz ho operador ida. Tanba ne’e, Governu AMP iha oportunidade atu halo mudansa ba povu no estadu Timor-Leste nia diak. Prezensa Timor Telekom sai ona kestaun sensitivu ne’ebé kuandu Governu AMP bele resolve, sei sai hanesan monumentu susesu importante husi AMP no sei konta husi jerasaun ba jerasaun iha istoria Timor-Leste. Foin daudauk ne’e PM Xanana Gusmao hatudu kbi’it boot nu’udar jestor dezenvolvimentu nasional hodi lidera diretamente ekipa Planeamentu Estratéjiku ba fulan tolu nia laran. Ministeriu hotu mos tenke aprezenta planu dezenvolvimentu ida ne’ebé INTEGRADU. No planu dezenvolvimentu hirak ne’e sei aprezenta ba Povu iha mediu vizuál. Hau hanoin ne’e asaun ida ne’ebé diak tebe-tebes ba Timor-Leste, maibe iha oportunidade ne’e, hau hakarak deit hato’o ba Sua Exel. Primeiru Ministru katak, mudansa iha area Telekomunikasaun (ne’ebé kobre Telekomunikasaun, Informasaun no servisu Postal) sei iha impaktu bo’ot liu tan atu garante susesu planu dezenvolvimentu integradu ne’e. Tanba setór telekomunikasaun sei garante PARTISIPASAUN másimu husi povu Timor-Leste iha dezenvolvimentu nasional no iha tempu hanesan garante operasaun ne’ebé efikas no efetivu husi parte Governu. Bazeia ba deskrisaun iha leten, hau konkorda tebes ho medida sira ne’ebé ekipa task force hala’o hela. Laiha tan opsaun seluk: Hakotu prátika Monopoliu! Hakotu prátika monopoliu tanba kontra interese dezenvolvimentu nasional no liu-liu kontra Konstituisaun RDTL. Timor-Telekom LAOS Relijiaun, ne’ebé LABELE troka tun-sa’e!! Kontratu entre Governu ho Timor Telekom LAOS Bíblia ne’ebé hatun husi “profeta” ida!! Komponenti nasaun tomak tenke tau Interese Povu no dezenvolvimentu Nasionál, aas liu buat hotu.

Timor-Telecom: antara Pembohongan/Pembodohan publik dan kepentingan pembangunan Bangsa

Kehadiran Timor Telecom (TT) di tahun 2003 pada awalnya disambut dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat Timor-Leste (TL). Pada waktu itu, banyak pihak melihat kehadiran ini sebagai salah satu usaha dari Pemerintah RDTL untuk mengkonsolidasi kemerdekaan dan kedaulatan TL. Meskipun banyak dari pengguna layanan Telstra (perusahaan telekomunikasi Australia terbesar) yang telah sangat menikmati free Call 15 Minutes sepanjang malam, namun saat itu semua sangat berharap bahwa layanan TT tidak akan jauh berbeda dari Telstra. Paling tidak TT adalah milik bangsa TL! Namun harapan tinggallah menjadi harapan belaka! Mimpi indah akan adanya perusahaan nasional TL ternyata BERUBAH menjadi MIMPI BURUK yang sangat MENGERIKAN. TT bukan hanya milik Portugal Telecom, tetapi juga jauh lebih mahal, dan justru sangat buruk layanannya! Semua karena TT telah diberikan hak istimewa untuk memonopoli semua layanan telekomunikasi. Terlebih lagi, ternyata TT memanfaatkan hak monopoli tersebut dengan hanya memfokuskan layanannya bagi pihak-pihak yang berduit saja terutama Kedutaan-kedutaan Besar, United Nations dan staffnya internasionalnya, Ministerio-ministerio governo, NGO Internasional serta lembaga asing lainnya. Rakyat kecil, NGO nasional yang miskin, usaha-usaha kecil lainnya tinggal jadi orang pinggiran alias penonton karena tarif dari TT jauh lebih tinggi dari rata-rata gaji orang Timor yang tidak lebih dari US$ 200/bulan!!! Tujuan utama sektor Telekomunikasi yang seharusnya menjadi sektor pendukung utama pembangunan nasional, akhirnya direduksi menjadi kegiatan ekonomi semata untuk mendulang untung sebesar-besarnya layaknya kekayaan Minyak dan Gas TL di Timor Sea (Timor Gap) yang hanya dinikmati oleh perusahaan minyak internasional dan Australia. TT tidak lebih merupakan wujud dari ketamakan perusahaan asing dalam mengambil untung sebesar-besarnya dari rakyat TL yang nota-bene sudah sangat miskin. Maubere dan Buibere adalah objek penderita utama dan sekaligus hanyalah pelengkap sandiwara. Menjawab berbagai kritikan dari publik maupun pemerintah TT juga tidak segan-segan bertingkah AROGAN. Menaggapi keinginan Pemerintah Perdana Menteri Xanana Gusmao untuk menghentikan praktek MONOPOLI TT , dalam banyak kesempatan Direktur Utama TT Sr. Brandao mengajukan interpretasi penuh arogan bahwa kontrak Konsesi yang telah ditanda-tangani adalah antara TT dengan Negara Timor-Leste dan bukanlah dengan Pemerintah Timor-Leste. Implikasi dari Interpretasi arogan dan keliru ini adalah menempatkan Pemerintah Konstitusional IV RDTL pimpinan Perdana Menteri Xanana Gusmao (dan AMP) menjadi entitas yang tidak berarti karena TT telah menempatkan diri diatas pemerintah dan parlamen TL! Sayang sekali, Parlamen dan Pemerintah tidak melakukan reaksi apapun terhadap sikap arogan ini, meskipun jelas sekali bahwa TT sudah melecehkan Pemerintah dan Parlamen serta berusaha untuk membohongi dan membodohi rakyat TL dengan interpretasi seperti itu. Kecongkakan TT semakin menjadi-jadi karena tidak berdayanya institusi pengawas sektor Telekomunikasi yaitu ARCOM (Autoridade Reguladora das Communicações) dalam mengontrol TT untuk mentaati kontrak konsesi yang ada. ARCOM yang seharusnya merupakan lembaga Independen (menurut Decreto Lei No 12/2003) saat ini beroperasi hanya sebagai sub-departemen pemerintah. Akibatnya lembaga ini menjadi sangat tidak berwibawa dan dengan demikian pada banyak kesempatan tidak dihormati TT. Penguatan ARCOM sangat perlu untuk menjadikan lembaga ini kredibel sehingga memberikan harapan pada usaha perbaikan sektor telekomunikasi ini. Tidak banyak orang yang tahu bahwa Kontrak Konsesi (MONOPOLI) dengan Timor Telecom selama 15 tahun sebenarnya dapat diperpanjang selama 10 tahun lagi! (Lihat Pasal 6 ayat 2 perjanjian kontrak konsesi tersebut). Artinya, jika kondisi saat ini terus berlangsung, maka besar kemungkinan bahwa TL sebagai bangsa akan terus menjalani kondisi ini untuk 20 tahun kedepan sampai tahun 2028, yaitu satu generasi lagi! Telekomunikasi adalah sektor strategis yang berfungsi untuk mendukung pembangunan di semua sektor kehidupan bangsa. Pendidikan, kesehatan, pertanian, bisnis dan perdagangan, pertahanan dan keamanan sampai pada birokrasi semuanya membutuhkan sektor telekomunikasi untuk dapat berfungsi dengan baik. Namun sektor strategis ini sekarang sedang dalam kondisi salah urus dan malah menjadi penghambat pembangunan nasional karena sangat membebani anggaran pengeluaran semua institusi dan individu di Timor-Leste. Tanpa memperbaiki keadaan ini, jangan pernah berharap untuk membangun bangsa dan negara Timor-Leste ke depan terutama untuk memberantas kemiskinan di negara ini. Satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah merubah kontrak konsesi dengan Timor Telecom. Pemerintah RDTL berhak untuk melakukan review terhadap kontrak setiap 5 tahun yang sudah seharusnya dilakukan sejak bulan Maret 2008 yang lalu karena TT telah beroperasi sejak tahun 2003 yang lalu. Apalagi TT telah melakukan pelanggaran terhadap banyak Pasal dalam perjanjian konsesi tersebut diantaranya kewajiban Universal Service dan terutama Pasal 25 yang mengharuskan TT untuk tetap mampu melayani meskipun dalam keadaan krisis atau perang (Kita masih ingat mengenai keputusan penerjunan FDTL ke Dili pada krisis April 2006 lalu, Perdana Menteri pada waktu itu Sr. Marie Alkatiri memberikan kesaksian bahwa Beliau tidak sempat mengadakan konsultasi dengan Presiden Xanana Gusmao mengenai hal penerjunan F-FDTL karena SALURAN TELEPON MACET TOTAL). Bukan hanya dalam banyak krisis jaringan TT tidak mampu beroperasi, bahkan dalam kondisi normalpun kita sering sekali mengalami kenyataan NETWORK BUSY dari TT, alias TT tidak mampu memberikan pelayanan yang layak kepada konsumen yang telah membayar mahal. Pemerintah RDTL tidak perlu ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas menghadapi TT karena hal ini menyangkut kepentingan pembangunan bangsa dan negara. Suatu kepentingan yang terlalu besar untuk dipertaruhkan apalagi tersandera oleh pihak swasta yang serakah seperti TT.

Listrik: Antara Pengelolaan Teknis dan Struktur Pemerintah

Ada kisah lucu terjadi awal minggu lalu ketika saya mencoba membeli pulsa listrik di Kantor Sekretaris Negara Urusan Listrik dan Air di Caicoli. Ketika saya menjulurkan Dollar untuk membeli, penjaga loket Pulsa listrik tersebut hanya menggeleng sambil menjawab: Pulsa labele fa’an, tanba listrik mate! Ha...ha…ha… Jika kantor pemerintah yang mengurus urusan listrik saja masih mengalami padam listrik, maka sesuatu yang serius sedang terjadi di negeri ini. Akan merupakan pengulangan jika dalam artikel ini kita masih berdebat tentang pentingnya koneksi listrik untuk masyarakat umum, bisnis dan penyelenggaraan administrasi negara maupun institusi non-pemerintah lainnya. Karena itu, lebih baik untuk kali ini, kita berdiskusi tentang apa yang sebenarnya terjadi sehingga meskipun AMP telah berkuasa hampir 9 bulan lamanya, persoalan listrik masih belum memperlihatkan tanda-tanda membaik. Pertama sekali, kita semua harus jujur bahwa masih buruknya pelayanan listrik di Timor-Leste tentu bukanlah keadaan yang diinginkan oleh pemerintah AMP. Harus juga kita akui usaha-usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah, meskipun belum menunjukkan hasil yang memadai, karena mengurus listrik di negara muda ini memang masih merupakan urusan kompleks, karena beberapa hal, antara lain: banyak konsumen listrik yang melakukan sambungan ilegal, kondisi keamanan yang belum benar-benar stabil, penegakan hukum yang masih sangat lemah, dll.ditambah kenyataan bahwa konsentrasi negara saat ini masih seputar masalah keamanan dan ketertiban. Namun ada pertanyaan yang layak diajukan: mengapa pelayanan listrik masih buruk? Suatu kondisi yang sangat merugikan citra pemerintah AMP. Setidaknya ada 2 alasan fundamental yang setidaknya memberi kontribusi bagi kondisi buruk pelayanan listrik ini, antara lain: Pengelolaan Teknis Managemen teknis pengelolaan Pembangkit listrik menurut saya merupakan penyebab utama terjeratnya sektor listrik Timor-Leste kedalam lingkaran-setan: terus-menerus mengalami masalah selama hampir 9 tahun sejak akhir tahun 1999. Persoalan yang terjadi sebenarnya hanya berpusat pada Generator pembangkit listrik dan hanya se-sekali menyangkut jalur distribusi listrik. Jadi pengelolaan pembangkit listrik merupakan titik yang paling penting untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Kita tahu bahwa semua orang memiliki batas masa kerja efektif. Suatu masa dimana seseorang dapat melakukan fungsi sehari-hari dengan baik, tanpa gangguan berarti. Begitu melewati masa kerja efektif, kinerja akan terus menurun hingga mencapai masa pensiun. Hal yang sama terjadi pada Mesin generator. Tiap mesin memiliki masa kerja efektif yang terbatas. Jika mesin-mesin tersebut dipaksa bekerja sepanjang hari, sepanjang tahun, maka hanya menunggu waktu mesin tersebut akan rusak. Hal inilah yang terjadi di Timor-Leste. Setidaknya terdapat beberapa solusi untuk kondisi ini. Pertama, perlu dilakukan mekanisme penjadualan kerja pada mesin-mesin generator yang ada. Mekanisme penjadualan ini perlu untuk menciptakan kondisi dimana tercapai kesimbangan antara beban kerja mesin dengan waktu istirahat untuk perawatan, dengan katak lain: yang hendak dicapai adalah titik optimum kerja dari mesin, dan bukan titik kerja maksimum seperti yang saat ini terjadi. Solusi kedua adalah membuat jalur distribusi berdasarkan klasifikasi konsumen. Perlu dibangun jalur distribusi berdasarkan jenis konsumen (dedicated line of distribution). Setidaknya ada beberapa klasifikasi: Rumah sakit, kantor-kantor dan sekolah, restoran dan bar atau hotel, dan pemukiman masyarakat. Dengan memiliki jalur distribusi yang berbeda untuk tiap jenis konsumen, akan sangat memudahkan pemerintah untuk melakukan pelayanan terutama jika harus melakukan pemadaman bergilir karena kapasitas yang terbatas. Kantor-kantor dan sekolah hanya aktif hingga jam 5 sore, sedangkan hotel dan restoran membutuhkan pasokan sepanjang hari. Lain halnya dengan bar, mereka hanya membutuhkan pasokan listrik malam hingga dini hari. Sedangkan pemukiman umum sangat membutuhkan pasokan listrik pada malam hari (untuk alasan keamanan, belajar, dll.). Sederhananya: ada 3 kelompok besar konsumen listrik di Dili. Pertama adalah konsumen yang membutuhkan listrik menyala pada siang hari (kantor-kantor dan sekolah), kedua adalah konsumen yang sangat membutuhkan listrik pada malam hari (pemukiman umum, bisnis kecil dan bar/restoran). Terakhir adalah konsumen yang sangat membutuhkan suplai listrik sepanjang hari (Misalnya Rumah sakit, kantor polisi, dll.) Struktur Pemerintah yang kurang efisien Mungkin kesimpulan di atas terlalu dini, namun sebenarnya ada alasan yang mendukung. Pertama, keputusan Perdana Menteri Xanana Gusmao untuk membentuk Departemen Infrastruktur meskipun dengan tujuan baik untuk menyederhanakan birokrasi, ternyata dalam implementasinya menjadi tidak menguntungkan. Penyelenggaraan administrasi semakin menjadi berat dan lamban. Ini terjadi karena terlalu banyak sektor yang digabungkan dalam satu departemen saja. Bayangkan, dibawah Departemen Infrastruktur terdapat sektor-sektor seperti Telekomunikasi, Radio, IT, Transportasi Darat, Laut, Udara, Listrik, Air dan Sanitasi, Jalan Raya dan Jembatan, bangunan, dan masih banyak lagi. Adalah urusan yang super kompleks untuk membuat perencanaan, implementasi dan koordinasi semua sektor tersebut, terlebih lagi ketika kebanyakan keputusan akhir untuk semua sektor tersebut berada di tangan satu orang yaitu sang Menteri. Lebih tidak menguntungkan lagi bahwa sang Menteri ternyata berasal dari salah satu sektor, yang dalam praktek memunculkan kondisi satu-dua sektor menjadi ”anak-emas” dan memperoleh perhatian lebih (karena sang Menteri menguasai betul sektor-sektor tersebut), sementara sektor lainnya setengah mati berjuang hanya untuk memperoleh perhatian. Jalan keluar dari kondisi ini mungkin dengan membagi Departemen ini menjadi paling tidak 2 Departemen. Satu Departemen akan mengurus Infrastruktur yang tidak berhubungan dengan teknologi modern (Departemen Infrastruktur) dan Departemen yang satunya mengurus sektor yang berhubungan dengan teknologi modern (Informasi, Komunikasi dan Teknologi). Sementara Sekretaris Negara urusan Listrik, Sekretaris Negara urusan Kebijakan Energi serta Sekretaris negara urusan Sumber Daya Mineral sebenarnya dapat digabungkan dalam satu Departemen yaitu Departemen Energy dan Sumber Daya Mineral. Hal ini untuk menghindari terulangnya kebijakan ”Satu Timor dua sistem”. Hal ini terjadi akhir tahun lalu, ketika Dewan Menteri menyetujui untuk mengadopsi Protokol Kyoto; Suatu langkah berani yang memberi pesan jelas bahwa pemerintah AMP serius mengurus masalah lingkungan hidup di negeri ini. Sayang sekali, pada saat yang hampir bersamaan, pemerintah lewat Sekretaris Negara urusan Kebijakan Energi menandatagani suatu MoU yang pada akhirnya bertujuan membangun suatu pembangkit listrik tenaga Batu-bara di Dili. Pembangunan pembangkit listrik tenaga Batu-bara menurut saya hanya akan merugikan negara dan rakyat Timor-Leste. Pertama, Timor-Leste yang tidak memiliki Batu-bara akan sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Indonesia, yang menjadikan ketergantungan ekonomi Timor-Leste pada Indonesia semakin bertambah besar. Kedua, bahan bakar Batu-bara sifat polusinya sangat tinggi. Bukan saja pembakaran Batu-bara pada pembangkit yang menghasilkan polusi besar, tetapi semua kegiatan transportasi Batu-bara dari Indonesia ke Timor-Leste, penyimpanannya dst, akan membutuhkan kegiatan transportasi yang besar yang juga menghasilkan polusi tersendiri dalam jumlah besar. Semua ini bertentangan dengan semangat Protokol Kyoto yang telah di setujui oleh Dewan Menteri. Solusi terbaik sebenarnya memanfaatkan kombinasi sumber energi yang sangat berlimpah di Timor-Leste yaitu energi matahari, air, angin, dll. Kita semua ingin memberikan kesempatan kepada pemerintah AMP untuk bekerja, namun ketika setelah hampir 1 tahun lamanya kesempatan itu diberikan masih juga ”jalan di tempat”, mungkin sudah saatnya bagi Perdana Menteri Xanana Gusmao untuk mempertimbangkan kembali formasi kabinet yang tepat untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada.